Selasa, 19 Agustus 2014


Selasa, 19 Agustus 2014 | 21:06 WIB
TRIBUNNEWS/ Pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melakukan telekonferensi dengan sejumlah pesantren di Indonesia, di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Hari terakhir masa kampanye, pasangan Prabowo-Hatta melakukan doa bersama dengan beberapa pesantren di Indonesia.
BANDUNG, KOMPAS.com - Calon presiden RI, Prabowo Subianto tak terima dirinya dan pasangannya Hatta Radjasa dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena merasa dicurangi.

Akhirnya, pasangan nomor urut 1 ini mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meminta keadilan.

Prabowo mengaku bingung dengan pelaksanaan Pilpres 2014 di Indonesia. Di sejumlah daerah, kata dia, kecurangan-kecurangan dilakukan secara berlebihan.

"Bagaimana bisa di negara yang merdeka ini, negara yang terhormat ini, bisa ada mayat nusuk (memilih) sampai 6 kali? Hah? Orang yang sudah mati bisa nusuk 6 kali? Yang masih hidup aja hanya bisa nusuk 1 kali," tegas Prabowo dalam acara hahal bil halal dengan pendukungnya di Gedung Sasana Budaya Ganeca (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/8/2014).

Menurut Prabowo, kecurangan seperti ini sudah sangat keterlaluan. Pihaknya tidak bisa tinggal diam atas hal itu.

"Masalahnya kecurangan ini sudah terlalu kelihatan di depan mata, sudah terlalu menyakitkan hati," keluhnya.

Prabowo menilai, di Indonesia ini pendidikan politik masih minim. Namun, kecurangan seperti itu, kata dia, sungguh tak bisa dibiarkan. Dia menyatakan, kecurangan itu sudah mengkhianati dan merobek-robek UUD 1945.

"Kalau negara membiarkan kecurangan-kecurangan itu, ya jelas sangat berbahaya. Kecurangan ini artinya sudah merobek-robek UUD 45, undang-undang dasar kita. Ini artinya mereka (lawan politik) sudah menghina rakyat Indonesia yang membela UUD 45," tegasnya.


Sumber :  http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/08/19/2106435/prabowo.kecurangan.itu.sudah.terlalu.menyakitkan.hati?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Selasa, 19 Agustus 2014 | 21:14 WIB
KOMPAS.com/ Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Hatta Rajasa (kanan) bertemu dengan kader dan pengurus Partai Demokrat di Hotel Sahid Jaya, Minggu (1/6/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua menegaskan Partai Demokrat tidak akan merapat dan mendukung Joko Widodo-JK.

"Tidak mungkin kami ke Jokowi-JK. Jokowi hanya berharap mendapat dukungan dan kekuatan di parlemen," kata Max di Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan, rapat internal DPP Demokrat Selasa sore, tidak membahas dan merespon sama sekali pernyataan Jokowi yang dinilai meminta dukungan di parlemen.

Menurut dia, tidak maunya Demokrat mendukung pasangan Jokowi-JK, kata Max, karena Jokowi berada di bawah kontrol PDI Perjuangan, partai yang selama ini selalu berbeda pandangan dengan Demokrat.

"Jokowi di bawah kontrol PDIP. Selama ini hubungan Demokrat dan PDIP bagaimana? Banyak berbeda," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ada dua partai yang saat ini siap bergabung mendukung dirinya. Dua partai itu adalah Demokrat dan PAN. "Kemungkinan ada dua partai, Demokrat dan PAN. Sudah itu saja," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa


Sumber : http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/08/19/21144691/partai.demokrat.bantah.akan.merapat.ke.jokowi?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Selasa, 19 Agustus 2014 | 20:32 WIB
KOMPAS.com/ Proses pengangkutan Aqua dari Stasiun Cicurug Sukabumi Jawa Barat.

SUKABUMI, KOMPAS.com - Demi efisiensi dan pengurangan emisi karbon monoksida sebagai penyumbang utama pencemaran udara, PT Tirta Investama selaku produsen air kemasan merek Aqua, menginisiasi pengangkutan produk mereka dengan moda transportasi kereta api.

Selama ini, distribusi mereka dari pabrik yang berlokasi di Mekarsari, Sukabumi Jawa Barat menuju Jakarta gudang di Ancol yang jaraknya berkisar 96 kilometer seluruhnya menggunakan truk.

Direktur Komunikasi PT Tirta Investama Troy Pantouw mengatakan, pengangkutan ini adalah untuk yang pertama kalinya dilakukan oleh produsen air minum dalam kemasan. Aqua akan mendistribusikan sebanyak 21.000 galon air mereka setiap harinya dari stasiun Cicurug menuju stasiun gudang Jakarta, untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Jabodetabek.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab Aqua terhadap lingkungan. Selain itu penggunaan kereta api akan lebih efisien. Sebab, Perjalanan menggunakan truk memakan waktu 5 jam, sementara dengan Kereta apa hanya berkisar 2,5 jam," ujar Troy, Selasa (19/8/2014).

Selain untuk pengurangan emisi dan efisiensi waktu, dengan angkutan menggunakan kereta api bebas hambatan dapat mengurangi risiko truk mengalami keterlambatan karena kemacetan ataupun mendapat protes dari warga karena dituduh biang kerusakan jalan.

"Total biaya produksi dibandingkan penjualan relatif tidak terlalu besar, namun yang terpenting adalah kami dapat menjalankan program pengurangan emisi lestari lingkungan. Tahun 2013 lalu kami dapat mengurangi hingga 1,48 persen," kata Troy.

Walau disambut positif beberapa pihak namun pengangkutan menggunakan kereta api ini baru sekitar 5 persen dari produksi Aqua perharinya. Produksi Mekarsari menghasilkan sebanyak 420.000 galon tiap hari.

Rencananya, seiring dengan infrastruktur yang semakin siap Aqua berkeinginan untuk menggalakkan pengangkutan ini menggunakan kereta api.

Demi keberlanjutan program distribusi menggunakan kereta api, Aqua berkomitmen untuk dapat meningkatkan volume disribusi dengan KA dari delapan gerbong menjadi 16 gerbong.

"Kami saat ini menunggu momen yang tepat sebab banyak faktor yang mesti dipersiapkan untuk menuju ke situ (pengangkutan Kereta Api, red). ada dua faktor Infrastruktur dan keselamatan," Terang Mochamad Bimo, Manajer proyek pendistribusian air galon KA-PT Tirta Investama.

Kereta pengangkut air ini akan berangkat pukul 19.45 WIB dari stasiun Cicurug menuju ke stasiun Jakarta Gudang di Ancol. Kereta akan kembali sekitar pukul 22.00 WIB ke Sukabumi dengan mengantarkan galon-galon air yang telah kosong. 


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/19/203248026/Produk.Aqua.yang.Diangkut.dengan.Kereta.Api.Baru.5.Persen.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!